"Tuh si ulat keket manggil kamu lagi, samperin sana, Arum bising dengan suaranya yang cempreng melengking pula" pintaku. "Iya ...." Dengan langkah gontai Mas Ariel beranjak meninggalkanku yang tengah sibuk mengatur perlengkapan untuk ke Bali. "Bali, bukankah sama dengan ...?" Segera aku mengambil ponsel dan mengirim pesan ke Ibu melewati aplikasi yang berlogo warna hijau. {Bu, Mas Ariel mau ke Bali besok jam 10 pagi, katanya hari Sabtu pagi baru dia balik.} {Wah, bagus itu, pokoknya besok ibu kesana setelah suamimu memang betul-betul berangkat, jadi ibu ada waktu untuk menyusun rencana kembali} {Oke, cuma kenapa ya Bu, pikiran Arum selalu ke Kiran pegawai Ibu yang baru, terus bukannya dia dan anaknya juga liburan ke Bali} {Apa kamu curiga sama Kiran, apakah dia wanita ke tiga suami

