12.

734 Words

"Aku sempat terpaku karena pesonamu,tapi aku cukup sadar bahwa mencintaimu itu sulit."   Iqal sedang membantu Clara di dapur alasannya membantu Uminya itu karena hari ini Clara ingin memasak kue cokelat,Sekalian membantu dia bisa mencuri-curi cokelat dan mamasukkannya ke dalam mulut.   "Umi,ini cokelatnya kurang ! Kalo segini,cuma untuk cacing di perut Iqal terus buat usus,lambung Iqal mana mi ?" Protes Iqal karana Clara baru memasukkan satu batang cokelat yang sudah di parut.   "Ini udah banyak bang, nanti gigi abang sakit." Peringat Clara dengan penuh perhatian.   "Kan bang Iqal bukan anak kecil lagi mi." Iqal memasang muka ngambeknya.   "Kata siapa anak Umi yang ganteng ini udah besar ?" Tanya Clara sambil manaik turunkan alisnya.   "Umi enggak tau aja, bentar lagi Umi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD