"Sorry. Buang-buang waktu." Begitu katanya lantas pamit. Ia tak mau berurusan lagi dengan Ferril itu sudah jelas. Tapi bukan berarti putus komunikasi dengan keluarga lelaki itu terutama pada bunda. Ya kan tak enak hati. Lagi pula yang berurusan dengannya kan Ferril bukan keluarganya yang lain. Jadi baginya tak ada alasan untuk menjauh dari keluarganya tapi pasti menutup komunikasi dengan Ferril. Yaaa bagaimana pun hatinya belum bisa melupakan hingga sekarang. Ia pergi begitu saja meninggalkan Shabrina dan kini ingin melanjutkan hidup. Bukan untuk memulai hidup yang baru. Tak ada istilah itu baginya. Patah hati? Bukan cuma sekali. Tapi berkali-kali. Ya kan ia tak pacaran sekali tapi sudah sering. Jadi yaaa anggap saja ini akan menjadi penguatnya. Ia yakin kok kalau akan mendapatkan sese

