Tembakan

2998 Words

Apakah mereka benar-benar ciuman? Hohoho. Keduanya hanya tertawa. Karena cara Ferril menghangatkannya dengan menggelitiki perutnya dan Echa berusaha menahan tangan yang bermain itu untuk berhenti. Tapi yang dilihat dari kejauhan jelas berbeda. Apalagi keduanya seolah-olah tak bergerak. Ditambah lagi, Ferril menempelkan pipinya pada Echa. "Jadi males pulang ah, beyb." Echa terkekeh. "Aku gak mau tinggal di sini. Masa anak aku nanti jadi anak tarzan." "Gak apa-apa, beyb. Yang penting tarzannya gak playboy lagi." Echa tertawa dengan obrolan absurd ini. Rasanya selama mengenal Ferril dua tahun, tak sekalipun mereka bercengkrama seperti ini. Ya obrolan sedikit gitu. Sementara itu.... "Kita mau nunggu sampai kapan?" Adit bertanya-tanya. Mereka terbahak lagi. Tentu saja masih menonton pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD