Fadlan tampak menatap dari lantai dua. Ia bahkan sudah kembali dari masjid dan sempat bolak-balik ke rumah papi tapi gadis ini masih ada di sini. Padahal ia ingin segera memberitahu istrinya dan mereka bisa ke rumah opa sekarang. Mungkin juga akan menginap bersama yang lain. Sementara itu di lantai bawah, bunda membawa jus apel untuk Nesia. Yaa tak mungkin juga ia mengusirnya pulang kan? Jadi bunda biarkan sampai Nesia tenang. Ya setidaknya sekarang sudah semakin tenang dibandingkan saat datang tadi. "Kalau gak pulang begini, dia ke mana bunda?" Gadis itu bertanya. Ia menoleh ke arah pintu tapi Ferril belum juga kembali. Bunda bahkan hampir lupa akan keberadaan anaknya. Karena fokusnya tersita untuk gadis ini. "Kadang ke apartemen tapi kadang juga ke rumah temennya," ujar bunda. Ia

