"Buuukkk!" Kening ibunya mengerut. Ya seharusnya sudah biasa melihat anaknya mengenakan ransel besar dan penampilan bagai akan naik gunung. Tidak ada tanda-tanda hendak ke studio hari ini. Walau kemarin ia sudah menyambangi studionya. Akhir-akhir ini ia justru sedang terpikir untuk membuka usaha lain. Apa? Ini lah masalahnya. Rencananya belum direstui sang ayah. Dan bahkan kini sedang dibahas oleh Fadli bersama Wira di mobil. Wira hanya bisa tertawa mendengarnya. Apa katanya? Katanya anak tengahnya yang gagal menjadi anak bungsu itu ingin membuka perusahaan detektif perselingkuhan. Hahaha. "Pusing kepala gue. Bukannya mikir yang lain. Ya nikah atau apa kek." Fadli frustasi sendiri. Wira hanya bisa tertawa. Ya kalau disaat seperti ini tampaknya anak sablengnya masih mendingan. Hahaha.

