Pingitan

1476 Words

“Ammar kamu mau kemana?” “Keluar sebentar, Mom. Ada urusan.” “Jangan percaya, Mom. Dia pasti akan berkunjung ke rumah Titan.” Ammar menatap Kakaknya dengan penuh permusuhan. “Kak Qila berisik. Bisa diam apa tidak?!” “Tidak, wleeee.” Ammar mengambil Jasmin dari pangkuan Kakaknya. Dia mencium seluruh wajah keponakannya hingga menangis. Kelakuan Ammar sontak membuat kehebohan di ruang keluarga rumah utama Zufar. Duda bujang Putra dari Ibrahim memang sangat kekanakan. Hanya karena tidak bisa bertemu dengan calon istrinya Ammar bersikap menyebalkan setiap saat. “Ammar! lepaskan keponakanmu. Jasmin baru saja bangun tidur kalau kamu ganggu dia bisa menangis seharian,” omel Aqila. “Tidak akan aku lepaskan si cerewet ini!” seru Ammar. Dia mengayun-ayunkan tubuh kecil Jasmin hingga membuatny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD