2

979 Words
Tidur indah Iqbal harus terganggu hanya karena getaran w******p tepat di telinganya, salah satu kebiasaan Iqbal yang sulit dihindari yaitu main handphone sebelum tidur dan akhirnya handphone tidak jauh-jauh darinya. Dengan kesadaran yang masih belum sempurna Iqbal meraih handphone-nya dan mengucek matanya, lalu membuka aplikasi w******p dan ternyata chat dari Pak Joko. Astaghfirullah, si Botak ngapain chat subuh-subuh. Itu orang ngalong apa yak. Selesai bergerutu dalam hati Iqbal membaca chat tersebut. Pak Jotak : Iqbal, kamu sudah mulai bisa bimbingan dengan pengganti saya nanti jam 7 pagi di ruang dosen, jangan sampai terlambat, beliau adalah orang yang ontime Hah jam 7? Itu orang kerajinan amat, kampus juga baru buka. Iqbal melirik jam yang menggantung di dinding menunjukkan pukul 05.00 WIB, ia bangkit dari kasur segera salat subuh, setelah itu mandi. Setelah siap, ia mengambil kunci motornya dan segera keluar kamar, tak lupa menggedor kamar cowok di sebelahnya yang masih tidur padahal matahari sudah hampir terbit. "Nopal, lo jangan kayak anak perawan yang kalau gak sholat ada alasan PMS." Tidak ada sahutan dari Naufal, ia kembali berteriak, "gue ke kampus dulu, lo jangan kelamaan mimpi biar gak makin basah!" Sedangkan Naufal yang baru bangun mendengar teriakan Iqbal langsung mengumpat karena selalu frontal yang membuat siapa pun yang menjadi korbannya ingin menenggelamkan Iqbal ke lautan lepas biar dimakan ikan hiu. *** Kampus sepi amat, ini beneran dosen, kan? Bukan setan yang nyamar jadi dosen? Iqbal melirik pergelangan tangan kirinya dan melihat jarum pendek di angka 7 dan jarum panjang di angka 9, itu artinya ia kecepatan 15 menit. Ia melangkahkan kakinya ke ruang dosen dan melihat hanya ada seorang perempuan di ruangan ini, orang itu sedang mengerjakan sesuatu di laptop kemudiaan Iqbal menghampirinya. Ingat Bal, kalau dia setan lo hanya perlu bacain dia ayat kursi biar kebakar itu setan. Tampaknya perempuan tersebut belum menyadari kehadirannya kemudian Iqbal mulai mengeluarkan suara. "Permisi, Bu." Betapa terkejutnya Iqbal melihat perempuan itu mengangkat wajahnya dan menatap Iqbal dengan ekspresi datar. Perasaan dulu dia gak cakep-cakep amat kenapa sekarang bisa cakep banget. Pakai susuk apa? Astagfirullah Iqbal mulut lo minta dicabein. "Valen," ujar Iqbal tanpa sadar, ia yakin perempuan di hadapannya ini adalah Valen. Perempuan yang ia rindukan dan sekarang Tuhan mengabulkan doanya. Tanpa disuruh oleh perempuan tersebut, Iqbal langsung duduk di hadapannya seraya menampilkan senyuman terbaiknya. "Valen, lo apa kabar? Lo masih ingat gue?" Perempuat tersebut mengernyitkan keningnya. "Gak." "Astaga, lo lupa sama mantan terindah lo?" "Kalau terindah gak mungkin jadi mantan." "Gue, Iqbal. Iqbal Navrilio Alfahreza." Perempuan tersebut menghela napas. "Saya sudah tahu nama kamu dari Pak Jo," balasnya datar masih dengan ekpresi yang sama. "Lo beneran lupa sama gue? Padahal-" Ia langsung menyela ucapan Iqbal. "Padahal kamu gak lebih dari pria b******k?" "Len, gu-" "Saya adalah dosen kamu, panggil saya sewajarnya." "Oke, Ibu Valen. Pertama saya mau minta ma-" Lagi-lagi ia menyela ucapan Iqbal. "Kita mau bimbingan skripsi bukan mau bahas masa lalu, lagipula saya sudah lupa sama kamu, kalau bukan Pak Jo yang menyebutkan nama kamu mungkin sampai sekarang saya masih lupa semua tentang kamu." Iqbal menggeleng kuat. "Gue adalah cinta pertama lo dan yang namanya cinta pertama pasti akan membekas sampai kapan pun, seperti cinta gue ke lo." "Pertama, saya adalah dosen kamu, berhenti berbicara gak sopan. Kedua, saya gak tertarik bahas masa lalu. Ketiga, kalau kamu gak jadi bimbingan bisa keluar dari sini, banyak pekerjaan yang bisa saya kerjakan selain dengar ocehan kamu." Iqbal rasanya ingin memeluk perempuan di hadapannya, bertahun-tahun ia memendam rindu, namun saat bertemu semua terasa berbeda, bahkan perempuan ini tidak memedulikan kehadirannya. Iqbal mengeluarkan skripsinya, kemudian mulai bimbingan, tapi rasanya Iqbal tidak konsen dengan penjelasan Valen, ia hanya fokus menatap wajah yang sangat dirindukannya, matanya jatuh ke bibir Valen yang selalu menjadi fantasi liarnya. Merasa ditatap seperti itu Valen merasa risih. "Sejak kapan skripsi kamu ada di wajah saya?" "I miss you." akhirnya 3 kata itu terlontar dari bibir Iqbal. "Sepertinya kita lanjutkan hari lain, jangan lupa sebelum bimbingan sama saya, kamu harus perbaiki otak kamu dulu!" Setelah itu Iqbal keluar dari ruangan itu dan berjalan melewati koridor sembari memikirkan pertemuan pertamanya dengan Valen setelah 6 tahun tidak bertemu, sungguh banyak yang berubah. Penampilannya, wajahnya, dan sikapnya. Hanya satu yang tidak berubah yaitu perasaan Iqbal masih sama, ia masih mencintai perempuan yang labih tua 3 tahun darinya itu. Gue yakin akan bisa menaklukan hati lo lagi, Len. Seseorang menghampiri Iqbal, siapa lagi kalau bukan Rara. "Lo itu selalu ngikutin gue?" tanya Iqbal kesal. Rara menggeleng. "Kebetulan aja lihat Kak Iqbal di sini, kayaknya kita jodoh." "Berhenti harapin gue karena gue gak suka sama lo dari dulu, sekarang, bahkan nanti." Ia tetap tersenyum meskipun hatinya amat perih. "Mungkin belum sekarang, siapa tahu detik berikutnya Kak Iqbal akan sayang sama aku." "In your dream." "Semua berawal dari mimpi." "Semerdeka lo aja, ini gue kasih tahu biar lo gak terlalu sakit. Gue tahu rasanya menunggu tanpa kepastian itu seperti bagai tertusuk ribuan kaktus." Iqbal melanjutkan ucapannya. "Berhenti menunggu seseorang yang sedang menunggu orang lain." Iqbal berjalan ke depan kemudian ia berbalik dan menatap Rara yang masih mematung. "Orang yang gue tunggu bukan lo tapi dia." Setelah itu Rara hanya bisa menatap punggung Iqbal yang semakin menjauh. Tuhan, kenapa kau biarkan aku jatuh cinta se-lama ini kalau akhirnya hanya kesakitan yang aku dapatkan. Kenapa meraih hati Iqbal begitu sulit, apa aku gak pantas untuknya? *** Iqbal mendaratkan pantatnya di kantin karena rindu itu butuh tenaga jadi ia harus makan biar sekuat Dilan yang merindukan Milea. Iqbal mengirim pesan kepada Pak Joko. Iqbal : Pak, tolong sent contact-nya Ibu Valen biar saya bisa mudah hubungi beliau kalau mau bimbingan Tak lama kemudian muncul kontaknya Valen yang di-sent oleh Pak Joko. Gercep juga nih Pak Jotak. Jotak itu adalah singkatan Joko Botak. Tanpa menunggu lama Iqbal langsung chat mantan tersayang. Iqbal : Hai, my exgirlfriend yang akan jadi my wife semangat ngajar ya. Doa your future husband selalu menyertaimu. -Iqbal tampan ***              
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD