Anshin

2360 Words

"Aku baru bisa bernapas lega kalau mulutku yang bungkam terlalu lama bisa menceritakan kebenarannya." *** Nggak. Nggak. Ini salah nih. Nggak bisa gini. Sakura bangkit dari tempatnya duduk lalu memberi hormat dengan menundukkan setengah badannya. “Tanpa mengurangi rasa hormat, saya pikir saya nggak bisa terima, Om, Tante,” katanya. Anthony turut bangkit dari sofa dengan kerutan berkumpul di tengah di dahinya. “Kenapa? Kamu pikir anak saya nggak ganteng?” “Eh? Enggak, Om. M-maksud saya bukanㅡ” “Andrew itu keturunan saya. Dapat gen dari saya. Yang mana semua wanita itu tergila-gila sama saya, tapi saya pilih dia.” Anthony menunjuk pada istrinya yang ikut berdiri dan tersenyum bangga. “Dan saya kenal Andrew. Kan anak saya sendiri. Dia selama ini belum bisa deket sama wanita manapun selama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD