Sesaat tubuh semapai Rianti mematung dihadapan Ivan, telunjuknya memegang dagu seolang sedang berfikir. “Okkk, ini pasti cukup untuk mu,” seru Rianti, matanya mengerling nakal kearah Niko dan pak Wisnu, seolah ingin mengatakan bahwa hadiah yang akan diberikannya memang hanya untuk Ivan. “Owwwhhhh s**t, apa yang kau lakukan Sayang,” jerit hati Rangga ketika tiba-tiba Rianti memasukkan kepala Ivan kedalam baju kaosnya sambil tertawa terpingkal disambut tepuk tangan yang lainnya. Dengan cepat kepala Ivan bergerak liar, menyerang payyudara yang selama ini hanya pernah dinikmati oleh Rangga. Rianti tampak berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya ketika kepala Ivan melakukan berbagai gerakan kekiri dan kekanan, sesekali bibir mungilnya mendesis menahan erangan, entah apa yang dilakukan Ivan dida

