TLC 43

559 Words

“Bila Ivan telah meminta salam perpisahan, apakah kau tidak ingin memberikan salam sambutan kepada tubuhku ini, Niko?” “Kurasa aku bisa membantumu memainkan kartu-kartu ini selama kau beraksi didalam kaosku,” tawar Rianti yang mulai gerah dengan suasana. Tidak perlu pertimbangan bagi Niko untuk segera menenggelamkan kepalanya kedalam kaos Rianti. “Ooowwgghhh,hahahhahahassss, oopppsss, pelaaann...uugghhhsss,” Rianti tidak dapat menahan serangan Niko, ketika kulit payyudaranya yang kedinginan merasakan panasnya lidah Niko. Membelit, menghisap, menggigit. Pennis Niko yang ada dalam genggamanyan semakin mengeras, kepala pennis unik yang mencuat keatas itu mulai mengeluarkan lendirnya. Namun sayangnya pennis itu sekali-sekali harus dilepasnya untuk mengambil kartu tambahan yang terus dibagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD