“Tidak ada yang spesial, hanya membicarakan pembagian jabatan di kantor,” jawab Pak Wisnu cepat, meski diucapkan dengan santai dari bicaranya lelaki paruh baya itu ingin mengukuhkan kuasanya dalam kelompok itu kepada Zahra. Gadis itu mendekati bangku Rangga yang memang duduk didekat suaminya. Dari jarak sedekat ini pesona Zahra seakan begitu nyata, ditambah dengan kaos tidur yang melekat sedikit lebih ketat dibandingkan baju yang biasa digunakannya. Kini Zahra berdiri tepat di depannya, berbicara dengan suaminya, entah apa yang dibicarakan Rangga tidak terlalu peduli karena posisinya yang tengah duduk membuat wajahnya berhadapan langsung dengan panttat membulat yang terangkat, layaknya panttat bebek yang memiliki kaki yang langsing. “Ternyata berani juga Zahra memakai celana seketat ini

