“Mampuuuusss, Aaagghhh,” Batang Rangga yang terbenam erat serasa membesar dan tiba-tiba menghamburkan sperrma, meski tidak sebanyak sebelumnya tetap saja membuat Aira kegelian. “Gilaaa, hanya beberapa menit udah ngecrot lagi,” gumam Rangga seraya melepas batangnya dan terduduk didipan. “Emang, gilaaa banget, tubuhku juga serasa remuk dipake dua orang,” imbuh Aira yang terhuyung membetulkan roknya. “Iiiikkhhh, dari ujung kaki sampai ujung rambut bau sperrma,” kali ini Rangga tertawa terpingkal mendengar ucapan Aira yang tengah membaui tangan dan rambutnya. “aku kekamar dulu,mandi, makan, tiduuuurrr mpe besok,” “Hahahaaa,” Rangga geleng-geleng kepala, menyusul Aira sambil mengagumi panttat Aira yang berayun mengikuti langkah kaki menuju pintu samping.Sementara Rangga berbelok ke gazebo.

