“Aku lihat tadi kau cukup mahir berenang, mau adu cepat dengan ku, berapa putaran kau sanggup,” kini Rangga memasang wajah jenaka. Tersenyum sambil mengambil kuda-kuda untuk menyelam. “Jika hanya sekedar berenang mungkin tak mengapa, toh suamiku bisa melihat dan melindungi bila laki-laki ini berbuat nakal.” Gumam Andini yang kemudian ikut tersenyum menampilkan deretan gigi yang rapi terawat. Seakan tidak ingin kalah dari Rangga, Andini mencoba mendahului menyelam dan dengan cepat berenang ketepi dimana Adit berada. Rangga tertawa melihat tingkah Andini, mengangkat kedua tangannya kearah Adit. Tapi Hal itu diartikan Adit sebagai tanda ketidakmampuan Rangga menaklukan istrinya. “Hahahahaaa, Kau tidak akan bisa menaklukkan istriku, cobalah sepuasmu!!!,” teriak Adit sambil tertawa. Andini

