Rosa berbaring di ranjang pasien. Kak Juna mengoleskan gel di perutnya, lalu menempelkan sebuah alat yang disebut Doppler. Alat itu mengeluarkan irama denyut jantung bayi mereka yang terdengar merdu. Rosa tersenyum menikmati nada indah pertanda kehidupan makhluk kecil dalam kandungannya. Baru pertama kali dia merasa begitu bahagia saat hamil. Rosa kini merasa bersalah pada Biru kecil karena telah membenci kehadirannya dulu. "Sebenarnya aku kaget, saat tahu Jingga menikah dengan Krisna," ucap suaminya tiba-tiba. Rosa membuka mata dan menatap Juna dengan curiga. "Kenapa? Kakak cemburu?" tuduhnya. Juna tertawa. "Kenapa kamu bisa punya pikiran begitu? Aku hanya terkejut saja, aku pikir Krisna menyukaimu, dia bahkan mengaku sebagai ayah dari Biru." Rosa mencebik. "Si b******k itu pikir dia
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


