28

1819 Words

28 Author POV Raven mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menyusul Flozia. Tidak lama kemudian, mobil Flozia membelok ke pekarangan rumah orangtuanya dan Raven turut melakukan hal yang sama. Raven mengumpat dalam hati. Kali ini tamatlah sudah riwayatnya. Apa ibu mertuanya masih akan membelanya bila melihat anaknya pulang ke rumah dengan air mata berlinang? Tergesa-gesa Raven keluar dari mobil. “Flo!” panggil Raven sambil berjalan mengejar Flozia yang sudah masuk ke dalam rumah. “Ada apa?” Raven mengumpat dalam hati saat mendapati ibu mertuanya berdiri di dekat pintu dan menatapnya penuh tanya. Sedangkan Flozia sudah menghilang di balik pintu kamarnya. “Mi... eh... saya dan Flozia ada sedikit salah paham,” jawab Raven gugup. Ibu mertuanya mengerut kening membuat Raven

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD