* * Matahari sudah terbit sejak tiga jam yang lalu, namun Raffi masih saja terlelap dalam tidurnya. Padahal pria itu jarang sekali bangun sesiang ini setelah sholat subuh. "Dia belum bangun juga." Alana masuk dan membawa baki yang berisi bubur jagung yang ia buat. Menaruhnya di nakas samping tempat tidur, lalu duduk di samping tubuh Raffi yang masih tertidur pulas. "Raff bangun." Alana menepuk pipi Raffi yang masih hangat seperti semalam. "Raffi, bangun dong. Makan dulu yuk, lalu tidur lagi." Kata Alana lagi dengan mengelus kening suaminya. Mengusap peluh dingin yang timbul pada kening panas suaminya. Raffi mengerang sebelum mata tajam itu terbuka dengan kernyitan kesakitan pada kepalanya. "Auw," erang Raffi kembali ketika kepalanya berputar tatkala matanya terbuka. "Apanya yan

