Thirty One

1861 Words

* * Raffi mengendarai mobilnya dengan cepat, rahangnya sudah mengeras dengan tatapan tajam ke depan. Mobil itu kemudian berbelok kearah menuju apartemen mewah di pusat kota. "Dimana dia?" tanya Raffi pada seorang pria berbaju putih ketika turun dari mobilnya. "Dia sedang tak sadarakan diri di kamarnya, Pak." Raffi mengangguk, lalu melangkahkan kakinya lebar mengikuti kemana pria asing itu berjalan. Hingga tiba di depan sebuah pintu, orang itu mengangguk lalu mempersilahkan Raffi masuk terlebih dahulu. Terlihat di sebuah sofa hitam, seorang manusia yang tampak tak sadarkan diri dengan bau alkohol menyengat hidung.  "Kami membawanya dari sebuah bar dengan keadaan seperti ini." Jelas pria itu tanpa disuruh oleh Raffi sebelumnya. "Baiklah, terimakasih. Kau bisa menunggu di luar dan pang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD