Thirty Eight

1474 Words

* * Pagi ini seperti biasa, Alana disibukkan dengan segala urusan rumah tangga. Dari menyiapkan baju untuk suaminya, hingga menyiapkan segala amunisi perut keluarganya. Dan karena pagi ini Alana sedikit kesiangan, jadilah ia sedikit kesusahan. Apalagi untuk urusan makanan, anak dan suaminya sangat pemilih dan harus makanan yang diolah tangannya sendiri. "Mi, susu." Suara kecil Ola datang bersama dengan Raffi yang tampak sudah rapi dengan kemeja putihnya tanpa dasi tentunya. Karena, pria yang katanya pintar itu sedikit tidak bisa jika urusan berdasi. Alana berbalik dan memberikan s**u yang diminta Ola, dengan peluh yang membanjiri dahinya. Sungguh, Alana sangat kelabakaan pagi ini. Apalagi anak satunya belum terlihat di meja makan. "Butuh bantuan?" tanya Raffi setelah mendudukan Ola di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD