Seventeen

2138 Words

* * Malam itu, malam yang sangat menegangkan dalam hidup Raffi selama tiga puluh tiga tahun hidupnya. Acara yang harusnya membahagiakan untuk Raffi dan Alana, akan tetapi menjadi malam yang terkutuk bagi mereka berdua. Jatuhnya Alana dan darah yang keluar membasahi kaki istrinya, membuat hati Raffi bergetar ketakutan. Perasaan takut, marah dan kecewa membuat Raffi diam membisu ketika orang tua Alana dan Mamanya menanyakan apa yang terjadi kepada putri mereka. Hingga tatapan tajamnya bertemu dengan mata sang Papa yang menatap sendu, membuat darah Raffi mendidih kembali. "Bang, minum dulu." Tegur Raffa mengalihkan tatapan penuh amarah abangnya pada Papa mereka. Raffa kembali menyodorkan, dan akhirnya Raffi mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya, ketika pintu UGD yang sejak tadi te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD