Bara Ragendra

443 Words
Jika bertanya pada setiap lalu lalang mahasiswa di Universitas ini apakah mengenal Bara Rajendra? mungkin jawabannya lebih dari 30%. Terlebih bertanya kepada angkatannya, mungkin 100% mahasiswa disana mengenalnya. Bukan tanpa alasan ia dikenal. Awal mula masuknya ia ke Universitas swasta ini sudah membuat heboh, bagaimana tidak ia merupakan camaba dengan nilai tes tertinggi bonus wajahnya yang sangat tampan. Baru seminggu ia menginjakkan kaki di kampusnya, sudah banyak orang berbisik tentang ketampanannya. Hari pertama di pesta penyambutan mahasiswa baru, ia juga memberikan sambutan sebagai mahasiswa baru berprestasi maka ia semakin banyak yang mengenal. Bara salah satu orang yang mudah sekali bergaul, terbukti saat ini sudah memiliki sahabat dekat. Ya, walaupun memang 2 dari 4 sahabatnya itu adalah sahabat semasa SMA bahkan SMPnya. Terlepas dari sahabat, temannya tak dapat dihitung jari. Setiap ia melangkah selalu saja ada yang menyapanya entah pria ataupun wanita. Ia pun terkenal dengan orang yang ramah, walaupun wajahnya cukup cool bagi orang baru. Dengan semua kelebihannya, maka tak heran banyak yang mengagumi seorang Bara. Namun, ia orang yang sangat sulit untuk jatuh cinta. Ia tak pernah memandang teman wanita layaknya pria memandang wanita, ia hanya bersikap memanusiakan manusia. Hingga, tak jarang sahabat-sahabatnya mempertanyakan "Lu normal kan Bar?". Ketertarikannya sejak lama bukan pada wanita, ia lebih tertarik pada dunia yang saat ini ia jalani. Ia cenderung menyukai hal hal baru. Bahkan ia berniat mengikuti beberapa jenis ukm di kampusnya ini. Dunia kampusnya akan ia maksimalkan dengan hal-hal positif saja, ya walaupun mendekati wanita juga tidak dapat di sebut hal negatif tapi bukan itu tujuan intinya. Jawabnya jika temannya bertanya terkait wanita. Namun, semesta berkata lain. Tepat dihari pertemuan kampusnya, ia tertarik pada seorang wanita. Tak dapat ia sebut sebagai sebuah ketertarikan, namun matanya selalu tertuju pada gadis yang tengah berdiri di samping aquarium ditengah hiruk pikuk teman-temannya yang tengah berpesta. Matanya tak ingin lepas dari gadis tersebut, dan hal itu disadari oleh sahabatnya. Kai. "Takut ilang banget keknya Bar ampe di liatin segitunya" ucap Kai Bara hanya tersenyum sembari menggeleng "Deketin sono, namanya Aeera Kalisha" Bara mengernyit seolah bertanya darimana temannya tahu nama gadis tersebut? "Ck semua anak kelas gua tau kali Bar, dia kan sekelas ama gua. Anaknya emang pendiem, tapi kalo diajak ngobrol masih asik aja kok. Sono" titah Kai pada Bara "Gaklah ngapain" cuek Bara meneguk minumannya "Yaelah cupu bener primadona kampus. Sono deketin kalo ga cupu" "Gua kagak cupu ya anjir, buat apaan juga gua samperin" "Mana ada cupu ngaku. Kalo berhasil deketin dia, gua kasih PS5 yang di kamar gua dah. Sono!" "Deal ya?" "Iyee. Tapi deadline minggu depan ya men" Merasa tertantang, maka malam itu dengan niat yang entah disebut buruk atau tidak, Bara mendekati Aeera.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD