Langit masih belum sepenuhnya cerah ketika Reigan mendorong Baby ke dapur dengan satu tangan di pinggangnya, yang satunya lagi menahan tengkuk leher sang gadis agar terus dalam ciumannya. Rumah yang sunyi—karena semua pelayan telah disuruh pulang—menjadi saksi bisu dari langkah-langkah mereka yang tak sabar. Begitu tiba di dapur, Reigan menempelkan tubuh Baby ke lemari pendingin stainless steel. Suhu dingin logam itu membuat gadis itu menggeliat kecil, tapi Reigan tak memberinya waktu untuk menarik napas. "Apa kau tahu apa yang kau lakukan padaku tadi pagi?" bisik Reigan, matanya menyala penuh api. Baby mengerjap, bibirnya terbuka sedikit, napasnya berat. "Aku... hanya ingin kau pulang." "Dan kau mengirimkan video seperti itu? Dengan suara yang seperti memanggil iblis dari tubuhku send

