"Terima kasih untuk semuanya. Dapatkah kita berteman?" ucap Rani sembari menjulurkan tangan nya kepada Alfian. Ia tersenyum lebar mengucapkan kata-kata pertama yang Alfian ucapkan dulu kepadanya, tak memperdulikan Alfian yang menerjapkan matanya bingung dengan apa yang dilihatnya. *** Alfian menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, wajah Rani yang tersenyum seperti ini sama seperti saat pertama kali hubungan mereka mulai mencair dulu. Ia menerjapkan matanya beberapa kali, berharap ini bukan halusinasi paska operasi. Kata-kata yang diucapkan Rani tadi sama persis dengan kata-kata yang diucapkan Alfian dulu. Kata-kata menjadi awal kedekatan mereka dulu. Kata-kata yang merubah dingin nya hubungan mereka menjadi sesuatu yang lebih hangat. "Kamu baik-baik aja kan?" tanya Rani sem

