Six years ago.... “Kamar kamu di situ!” tunjuk Alfian dengan wajah datar. Rani hanya terdiam sembari mengembuskan napas pelan menatap kamar yang ditunjukkan Alfian tadi, ia membalikkan tubuhnya hendak bertanya apakah mereka akan berada di kamar yang sama, namun ia urungkan saat melihat pria yang baru saja menjadi suaminya itu pergi tanpa pamit ke kamar di samping kamar yang ditunjukkannya tadi lalu menutup pintunya. Rani menarik koper dan tas punggungnya memasuki ruangan yang ditunjuk Alfian. Ingin rasanya ia menangisi nasib yang mempermainkannya namun diurungkannya mengingat ia bukan lagi anak kecil yang bisa menyelesaikan semua masalah dengan satu tindakan yaitu menangis. Perlahan Rani membuka kamar yang ditunjukkan Alfian tadi, Ia begitu takjub dengan rak-rak penuh buku di dalam kam

