Terlambat

1176 Words

Arumi melirik jam di ponselnya. Pukul 05.03. "Pak, bisa lebih cepat sedikit?" Pengemudi ojek online itu menatap Arumi dari kaca spion kirinya. "Iya, Mbak. Ini saya usahakan. Mbaknya kan tahu sendiri kalau tadi di gerbang agak rumit. Sementara Mbaknya nggak mau saya turunin di depan. Katanya kejauhan masuknya." Arumi menggigit bibir bawahnya, gelisah. "Iya, Pak, maaf. Tapi, lebih cepat lagi ya, Pak. Saya udah telat soalnya. Ini hari pertama saya kerja." "Tenang, Mbak. Tuh titiknya tinggal di depan." Dan benar saja, Arumi turun di depan gerbang sebuah rumah yang tak kalah mewah dari rumah-rumah di sekitarnya, pukul 05.05 pagi. Setelah membayar sejumlah uang, gadis itu segera memencet bel yang ada di samping pagar. Namun, sebelum jarinya menyentuh tombol itu, pintu gerbang sudah terb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD