Pergi

1570 Words

“Dasar licik!” ucap gadis itu dengan geram. Dia sudah tidak peduli lagi, kalau Arjuna menganggapnya tidak sopan. Arjuna sendiri tidak tersinggung, lelaki itu justru tersenyum miring. “Kenapa? Tidak terima, hem?” Arumi tidak bisa menjawab lagi. Dia hanya menyentak nafasnya kasar untuk meluapkan emosinya. “Kalau sudah, kita berangkat.” Pria itu lantas bangkit dari duduknya, kemudian berjalan begitu saja. Mau tak mau, Arumi tetap mengikuti walau kesal. Gadis itu benar-benar tidak punya pilihan apapun setiap berhadapan dengan Arjuna. Sementara di depan, Arjuna menarik sudut bibirnya tipis, tanpa sepengetahuan siapapun. Sampai di mobil, Arumi langsung membuka pintu depan di samping kemudi seperti biasanya. Tapi, Arjuna cepat memperingatkannya. “Di belakang.” Gerakan tangan Arumi ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD