depresi dengan tingkah gadis unik

1032 Words
Senin pagi pukul 6.30 Aliandro dengan gagahnya memakai setelan jas hitam melangkah santai menuruni anak tangga, sedangkan Nayra hanya terkekeh kecil melihatnya dari ruang makan Dia tersenyum lebar dan menoleh kearah perempuan paruh baya di sebelah nya "Kau lihat itu bibi Rose, bukankah pria seperti itu hanya ada di drama Romantis?" ucapnya sambil kembali mengunyah nasi Bibi Rose mengerutkan keningnya, perempuan paruh baya itu berbisik pelan di telinga nona muda nya tersebut "jangan sampai Tuan Muda mendengar ucapan mu barusan nona, kau akan di marahi oleh nya, ingat apa yang Tuan katakan? kau hanya boleh menonton film kartun serta sains" ucap bibi Rose Nayra memanyunkan bibirnya sambil mengangguk, usia nya sudah 21 tahun.. kenapa dia harus selalu menonton film kartun Bukankah film itu hanya untuk anak-anak? Dia memang manja dan tidak bisa melakukan apapun sendirian tapi bukan berarti dia harus selalu menonton kartun.. dia juga ingin nonton drama yang sedikit romantis seperti yang diceritakan oleh teman-temannya di kampus. Namun Aliandro selalu bersikap sama seperti ibunya, yang membatasi Setiap kegiatan yang dia inginkan. "Kalian berbisik apa?" Suara berat milik Aliandro terdengar sangat pelan Nayra terkekeh "Bibi Rose hanya mengingatkan ku bahwa aku tidak boleh menonton drama, hanya boleh film kartun..hanya itu. apa kau akan marah lagi?" Sahutnya enteng Aliandro menoleh sesaat lalu terfokus pada sarapannya "Aliandro" panggil Nayra pelan Pria itu tak menyahut "Aliandro" rengek nya sambil menghentakkan kakinya Pria itu menajamkan tatapannya dan membuat Nayra tertunduk "Jangan lupa permen kapasnya, jika tidak..aku tidak mau main lagi dengan mu seperti kemarin sore" gerutunya Aliandro tiba-tiba tersedak mendengar ucapan Nayra barusan Dia lupa akan apa yang sudah dia janjikan pada gadis itu "Hmm" sahut nya datar "Kau berjanji untuk membawa ku ke taman bermain bukan..aku ingin makan ramen yang sedang populer di media sosial" ucap gadis itu Pria tampan itu kembali mengangguk tanpa mengatakan apapun "Boleh ku pinjam lagi kaus mu? Rasanya nyaman dan aku suka harum tubuh mu yang menempel pada kaus tersebut" ucap gadis itu lagi Aliandro menghela nafas panjang, dia menoleh sinis kearah gadis tersebut, namun tampaknya gadis itu tidak perduli dan terus meracau "Kau belum menjawab pertanyaan ku kemarin" cebik gadis itu "Pertanyaan yang seperti apa?" Sahut pria itu sambil mengerutkan kening nya heran "Itu loh.. tentang rasa ciuman, menurut mu bagaimana rasa nya" ucap Nayra tanpa memfilter lagi ucapan nya bahkan dia mengatakan hal itu dihadapan bibi Rose Perempuan paruh baya itu seketika menoleh heran kearahnya dan membuat Aliandro melotot salah tingkah "Yak kau, jangan salah paham dulu..itu, itu karena dia menonton drama dewasa! seharusnya kau menjaga dia agar tidak menonton drama yang seperti itu, aku sudah menggajimu cukup besar bibi Rose..jadi jangan lepaskan pandangan mu dari gadis itu" elak Aliandro meski di hati nya ingin sekali menutup mulut gadis itu dengan serbet yang di pegang bibi Rose "Dasar tidak bisa menjaga rahasia" batin Aliandro geram Nayra seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya "Aku lupa jika sudah berjanji padamu" lirih Nayra Aliandro menoleh kearah bibi Rose "Kau, kembalilah ke dapur" titahnya Bibi Rose langsung menundukkan kepalanya sambil berlalu Kini mata Aliandro menatap tajam wajah Nayra dan membuat gadis itu sedikit ketakutan "Hei bodoh, bukankah aku sudah pernah bilang untuk tidak mengatakan apapun! Kau ingin permen kapas bukan? Jadi tutup mulutmu dan jangan bertanya tentang hal seperti itu lagi dihadapanku" geram Aliandro kesal Nayra menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil mengangguk "Tapi bagaimana jika hanya bibi Rose yang tau? dia kan orang baik" bisik Nayra di hadapan pria itu "Tidak boleh!" Bentak Aliandro ketus Nayra memanyunkan bibirnya "Baiklah aku berjanji padamu, ini hanya rahasia di antara kita kan, seperti di kartun conan..semua penuh dengan rahasia" ucapnya polos Aliandro menaikkan bibirnya sambil merapikan pakaian nya dan berlalu meninggalkan ruang makan *** Eric duduk di sofa sambil mengerjakan tugasnya, sesekali matanya menatap heran kearah kakaknya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu "Kau kenapa? Dari tadi kulihat kau tampak murung" Aliandro menghela nafas panjang "Bagaimana dengan istrimu yang anak-anak itu?" tanyanya sambil mengetik laptop "Jangan bicarakan gadis i***t itu, tiap hari dia selalu menempel padaku.. membayangkan nya saja sudah membuat mood ku buruk" sahut nya datar Eric terkekeh geli melihat reaksi kakaknya yang tampak kesal Melihat Eric yang menertawainya diri nya tentu saja membuat Aliandro semakin geram "Seharusnya dia menikah dengan mu dasar bodoh! demi perusahaan keluarga ini kalian menjual ku" decih Aliandro tak suka Eric semakin melebarkan tawa nya "Kau lebih tua dariku kak, lebih pantas menikah duluan.." ledek Eric tertawa lebar Tiba-tiba Jun adik ke-tiga nya datang sambil terkekeh "Apa kau sudah melakukan malam pertama dengan gadis i***t itu, kurasa wajah nya cukup cantik hanya saja mental nya masih anak-anak" ucapan spontan milik Jun sontak membuat Aliandro melempar buku kearahnya, namun pria itu buru-buru menghindar dan tertawa senang "Jangan terlalu emosi kak" ledek nya Aliandro menghela nafas berat "Bisakah kalian diam? Aku bisa saja menutup mulut kalian dengan caraku" geram nya kesal Eric dan Jun menelan salivanya serta saling bertatapan Dia tau benar sikap kakaknya jika sedang emosi "Kau itu, kami kan hanya bercanda" ucap Eric pelan "Asal kalian tau, aku menikah dengan nya untuk perusahaan ini tetap berdiri, seharusnya kalian mendukung ku bukannya meledek" gerutu Aliandro setengah kesal Jun mendekat dan menepuk bahu kakaknya "Maafkan kami kak" ucapnya sambil tersenyum "Tapi kau cukup beruntung, gadis polos itu sangat cantik.. kau hanya perlu membawa gadis itu ke salon serta dandani dia maka segala nya akan sempurna" pungkas Jun sambil menaruh berkas di atas meja Aliandro "Aku pun akan bersikap baik pada gadis itu, karena orang tua nya telah membuat perusahaan kita tetap berdiri, siapa sangka kau menikahi putri seorang billionaire meskipun gadis itu sangat manja" timpal Eric Jun mengangguk setuju, apa yang di katakan Eric memang benar.. mereka tidak bisa memungkiri bahwa Lee Nayra adalah putri seorang pengusaha sukses dan juga terkenal Namun yang Aliandro pikirkan saat ini adalah, kenapa Tuan Mauricio meminta syarat pernikahan? Bukan kah banyak laki-laki yang tertarik dengan putri keluarga Mauricio tersebut? Apalagi dia terlahir dari keluarga konglomerat yang berasal dari Los Angeles. Perlu di garis bawahi jika Tuan Mauricio adalah keturunan Italia serta nyonya Mauricio asli berdarah Indonesia. Jadi wajar jika Gadis itu sangat cantik hanya saja Dia sangat manja bahkan kerap kali merengek seperti anak-anak. Entah seperti apa cara ibu nya membesarkan anak gadis semanja itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD