" Apa Tasya Hamil??!!" Diana menatap menantunya. Antara percaya dan tidak percaya. Si kembar masih belum satu tahun dan Tasya sudah hamil lagi. Itu terlalu cepat. Sementara Tasya terdiam. Suasana hati Tasya sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Galau. " Kamu beneran hamil?" Giliran Edwin yang menanyai Tasya. Pria bule itu pun kaget. " Iya." Jawab Tasya pendek. " Berapa bulan?" Giliran Diana yang mengintrogasi. " 3 bulan" Jawab Tasya lirih. Ia tampak takut. Ekspresi Tasya seperti anak gadis yang dihamili pacarnya. Menyembunyikan perasaan malu dan rasa bersalahnya. " Kok Bunda baru tahu sih." Diana mengalihkan pandangannya ke arah Erik. Erik malah tersenyum. Awalnya ia takut Tasya marah. Tapi untuk apa ditutup-tutupi lagi bukankah janin yang dikandung Tasya adalah anaknya. " Sudah

