Jalan- jalan di kebun tea

795 Words

Aku menatap hamparan luas kebun teh. Aku jadi ingat pada papa. Ia mengatakan ingin membuat kebun teh di Bali. Kurasa itu akan laku dan berhasil, selama ini, aku hanya tahu jika Bali penghasil kopi, namun tidak dengan teh. Entah disana ada kebun teh atau tidak, namun aku tak pernah mendapati minuma tea di sana menggunakan daun teh, jika aku ingin tea saja hanya ada tea celup. * Hari itu di lalui dengan senang- senang, berfoto ria, entah itu di kebun tea, air tejun yang ada di sekitar kebun tea dan hal yang baru aku lakukan di sana adalah menikmati paralayang. Ini kali pertama aku merasakan udara dingin di kebun tea dari langit, sangat mengasikkan. Meski sempat ada keributan karena Dika tak suka pendamping paralayang ku adalah seorang pria. Tampak wajah Arnold yang tak suka juga namun ia t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD