Malam di ibukota

1362 Words

“ baiklah, ini kunci kamar mommy dan papa. Aku sengaja memesan VIP untuk kalian. Sementara Aldista di sebelah kamarku dan Damien.” ungkap Arnold yang benar- benar membayar kamar untuk satu keluarga kita. “ kau tak membayarkan kamarku, kak?” tanya Nicholas yang seolah terlihat iri. “ bukankah kau sudah membayar kamar hotelmu? Dan lagi pula kau sudah bekerja, berbanggalah karena kau membayar kamar hotelmu sendiri.” ungkap Arnold menekan tombol Lift ke lantai dimana kamarnya berada. “ papa, kau bisa bermain catur?” tanya Arnold. “ bisa, kenapa?” tanya papa. “ bagaimana jika kita bermain catur, kebetulan aku membawa papan catur?” tanya Arnold. ‘ ia takkan kekamar ku?’ batinku kecewa. *?* Baiklah, karena pria itu takkan ke kamarku kurasa aku akan langsung bergegas tidur lebih awal. Lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD