Ratio?

581 Words

Setelah makan, Dika benar- benar tertidur di kasurku. “ masakanmu benar- benar Lezat.” ucapku, sementara, Dika tidur di kamarku, aku berbincang dengan Arnold di dapur. “ aku suka kejujuranmu.” ucp Arnold memainkan handphone nya sambil duduk tak jauh dari aku mencuci. “ tapi, aku sedikit terkejut karena kau sangat cepat sekali memasak, belum ada beberapa menit dari kau yang mengintip kamar ku saat pria tua itu hendak menyentuhku.” ucapku memelankan suaraku. “ kau lupa jika semua bumbu sudah kau iris? Aku hanya tinggal memanaskan kompor, memasukkannya satu- satu, menambah telur, dan sedikit penyedap rasa. “ ooo. Ide bagus bukan- mengiris semua bumbu- bumbu itu? Kita tak perlu repot saat akan memasaknya.” ucapku. “ ya, kau benar.” “ by the way. Kenapa ku menyebutku; Ale?” heranku. “ i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD