Lamaran Mengejutkan 🔥

1609 Words

Begitu pintu rumah terbuka, langkah Nyonya Desinta terdengar berat dan tergesa. Tumit sepatunya menghantam lantai marmer, menggema di ruang tamu yang tenang. Namun ketenangan itu tak bertahan lama. Dengan rahang menegang, ia menyambar bingkai foto di atas meja lalu menghantamkannya ke lantai. Pecahannya berserakan, suara retakannya memicu amarah yang sudah membara. Nafasnya terengah, matanya liar. Tangannya lalu meraih vas bunga, dilemparkannya ke dinding hingga hancur berantakan. Hiasan kristal yang dulu ia banggakan pun tak luput dari amukan, jatuh satu per satu ketika ia menyapunya dengan tangan. Ruang tamu yang biasanya tertata rapi kini berubah jadi medan kekacauan. “Bagaimana mungkin dia berani mempermainkan aku seperti ini!” geramnya, tubuhnya bergetar. Tepat saat itu, suara lang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD