Kamar Pertama dan Istri Kedua

1416 Words

Sierra menghentakkan kaki saat memasuki rumah menunjukkan rasa kesalnya. Sementara Richard mengekor di belakangnya. “Pelankan kakimu, Sierra,” tegur Richard. Sierra menoleh “biarkan saja,” ketusnya kemudian berangsur ke kamarnya. Ia menjatukan diri di ranjang dan langsung memeluk bantal di sana. Ia masih memikirkan Markus yang bersikap kasar dengannya tadi. Hatinya sakit sekali menerima perlakuannya. Rasanya seperti Markus sudah berubah. Bukan lagi seorang ayah yang sangat sayang padanya seperti dulu. “Aku akan pesan pizza, apa kau mau?” tawar Richard yang sedari tadi mengekor pada Siera. Sierra melirik sejenak ke arah Richard tetapi tidak menoleh. Pizza tampak menarik di telinganya. “Aku mau yang banyak keju mozarelanya,” jawabnya. Richard tersenyum tipis. Sierra memang tampaknya muda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD