“Abang … abang ….” Jesica mengguncangkan tangan Biyan yang tengah sibuk menyetir mobil. Mereka kembali ke kantor setelah kenyang memakan masakan Saipul. Jesica penasaran tentang Om Alex dan Gina, barangkali Biyan akan bercerita. Alex kan sahabat suaminya, berarti Biyan pasti tahu rahasia Alex. “Apa Sayangku? Abang lagi nyetir nih. Mau kamu yang nyetir biar abang peluk?” Biyan terkekeh. Ini sekaligus pertanyaan dan penawaran. Otak Biyan malah memikirkan Jesica yang mengemudi dan mereka duduk pada bangku yang sama. “Sempet-sempetnya yah, mau ngajak bercanda. Abang aku mau tanya, nih.” “Apa Cinta?” Biyan meraih tangan Jesica dan mencium punggung tangannya. “Bukannya Om Alex itu keluarganya harmonis, ya?” Jesica melihat Alex bersama istrinya walau sekilas saat prosesi akad nikah dengan Bi

