80. Happy Ending

916 Words

Owaaa …. Owaaa ….. Malika tampaknya sudah bangun. “Anak daddy nangis kenapa, Sayang?” Biyan yang mendengarnya pun langsung mendekat ke kasur bayi. Dia menggendong Malika dan menepuk pelan pundaknya. “Mmmmm …. Dadaada …. MMmmh ….” Malika mengecutkan bibirnya. Terlihat sangat lucu dan menggemaskan apalagi dia berlinangan air mata. Malika sudah mulai bisa sedikit-sedikit mengucapkan kata lain selain owaa. Balita yang satu ini sudah menginjak usia tujuh bulan. Jesica sudah lulus memberikan ASI enam bulan pertama. “Mau nenen?” tanya Biyan pada Malika dengan menirukan suara anak kecil. “Mmmmmh …. Uwaaa ….” Malika tak mau berhenti menangis. “Gak mau nenen, ya? Mommy lagi bobok. Kasian. Malika pengen apa selain nenen?” tanya Biyan seolah Malika mengerti ucapan orang dewasa saja. Bayi mena

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD