10. Di Labrak

2438 Words

Jesica keluar dari persembunyiannya setelah Sopia pergi.  Biyan langsung mengusap kepala Jesica alih-alih membenarkan celananya. "Sayang kepalanya yang kejedot sakit ya?" tanyanya yang mengkhawatirkan keadaan kepala Jesica. "Kenapa nanyain kepala aku. Kepala sosis Abang kali yang lebih sakit di gigit sama aku." Jesica menatap suaminya yang tengah memeriksa kepalanya benjol atau tidak. "Gak papa. Abang lebih khawatir keadaan kepala kamu." Biyan takut kepala Jesica benjol atau ada luka darah. "Hiks … hiks …." Jesica malah menangis. Air matanya tiba-tiba sulit untuk di bendung. "Kenapa nangis Sayang? Sakit banget ya kejedot mejanya?" tanya Biyan sambil meraih Jesica agar duduk di pangkuannya. "Enggak. Bukan karena itu kok." Jesica menghapus air matanya. Entah apa yang ada di hatinya. Ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD