“Lizzie, dengar dulu. Ini tidak ada hubungannya dengan siapa yang lebih penting bagiku. Tapi situasinya sekarang adalah hanya aku satu-satunya yang—” “Dia punya suami, Om. Kau juga tidak berhutang apa-apa padanya, dia menyelingkuhimu kalau boleh aku ingatkan! Kenapa harus kau yang repot mengurus mantan istrimu. Ada banyak orang yang bisa dia mintai bantuan. Tapi kenapa harus kamu dan tepat disaat aku juga membutuhkanmu?!” “Lizzie, tolong dengar—” “Om, tahu tidak aku ini sejak tadi menunggu kedatanganmu! Aku sangat mengkhawatirkanmu dan takut terjadi sesuatu kepadamu!” teriak Lizzie, dia tidak bermaksud untuk itu hanya saja emosinya mendadak tinggi, apalagi saat dia tahu apa yang menyebabkan pria favoritnya itu terlambat bahkan sekarang setelah pameran seninya berakhir pria itu betul-bet

