“Tidak sepenuhnya, setidaknya aku memakai celana dalamku dan sekarang sedang mencari celana untuk aku gunakan.” Lizzie menggigit bibirnya sendiri tatkala membayangkan gambaran itu menjadi terlalu jelas di dalam benaknya. Daxon yang basah dengan handuk yang disampirkan di bahunya yang lebar, berkeliaran di sekitar rumah dengan kondisi setengah telanjang, dan otot-ototnya yang kuat dia pamerkan dengan jelas. Ah, itu adalah sesuatu yang sudah lama sekali tidak Lizzie lihat dan kemudian Lizzie tiba-tiba menjadi lebih serakah. Dia menyadari bahwa dia merindukan lebih dari suara Daxon. “Kalau begitu Om harus tetap berada dalam kondisi itu,” ujar Lizzie sambil menggodanya, mengusap pipinya yang memerah karena malu dan terasa panas dari pada yang bisa dia duga. “Lalu kirimi aku fotonya.” “Ka

