Panggilan Panas Penuh Urgensi🔞

1620 Words

“Tidak sepenuhnya, setidaknya aku memakai celana dalamku dan sekarang sedang mencari celana untuk aku gunakan.” Lizzie menggigit bibirnya sendiri tatkala membayangkan gambaran itu menjadi terlalu jelas di dalam benaknya. Daxon yang basah dengan handuk yang disampirkan di bahunya yang lebar, berkeliaran di sekitar rumah dengan kondisi setengah telanjang, dan otot-ototnya yang kuat dia pamerkan dengan jelas. Ah, itu adalah sesuatu yang sudah lama sekali tidak Lizzie lihat dan kemudian Lizzie tiba-tiba menjadi lebih serakah. Dia menyadari bahwa dia merindukan lebih dari suara Daxon. “Kalau begitu Om harus tetap berada dalam kondisi itu,” ujar Lizzie sambil menggodanya, mengusap pipinya yang memerah karena malu dan terasa panas dari pada yang bisa dia duga. “Lalu kirimi aku fotonya.” “Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD