Cuaca tidak mengubah segalanya menjadi baik, sebab faktanya suasana justru jadi tampak muram dengan langit berwarna abu-abu dan udara dingin yang membuat segalanya jadi lebih buruk. Es yang menutupi tanah dan tidak pernah berubah menjadi salju, hanya sekadar lumpur kotor yang mengotori sepatu. Namun, setidaknya Lizzie berada di tempat yang hangat, nyaman, dan tenang untuk belajar sambil menikmati latte hangat kesayangan. Lizzie menyeruput minumannya ditemani buku yang berjudul photography appreciation. Dia memilih café sebagai tempat belajar karena di tempat ini tidak banyak orang yang dia kenal datang kemari sebab semua anak kampus menyembutnya sebagai café nerd lantaran diisi oleh para kutu buku kampus. Dan hari ini Lizzie memutuskan untuk menjadi salah satu dari mereka. Dia tidak tergo

