“Selamat siang,” sapa Daxon dari balik pintu. Hanya dengan mendengar suaranya Lizzie merasa hatinya mencelos. Mina langsung dengan inisiatif menggenggam tangan sepupunya ketika gadis itu pucat pasi. “Aku harap kedatanganku tidak mengganggu.” “Umm … tidak sama sekali,” sahut Armant, pemuda itu melangkah mundur untuk mempersilahkan Daxon masuk ke dalam. “Haruskah aku dan Mina menghilang untuk sementara waktu?” tanya pemuda itu kepada Daxon. Dia cukup peka terhadap situasi yang sedang terjadi diantara sosok pamannya dan sahabatnya, karena itulah dia menawarkan sebuah opsi. Daxon menggelengkan kepala. “Itu tidak perlu.” Lizzie hanya bisa menatapnya saat pria itu masuk ke dalam apartment. Dan sialnya, hanya Daxon yang masuk sambil membawa buket kecil tulip merah dan beberapa buah bunga lily.

