Mungkin Kesal

142 Words
Raffi lagi melihat berita dan setiap berita hanya ada kisah corona yang orangnya jegang-jeganglah, yang penuh sesaklah, yang pingsan-pingsanlah, intinya dia bsan melihat berita corona. Kemudian dia berkata kepada orangtuanya. "Nggak ada kan di sini corona?" Mamaknya menjawab, “untunglah di sini nggak ada nak, kalau tidak? Hmmm bejayo jugak kita. Tengok kaulah ayah kau itu tak jualan-jualan gara-gara corona, pesta semua ditutup gara-gara corona. Macam manalah ayah kau itu jualan? Modal banyak nggak bisa diputarkan. ” Raffi teringat sesuatu. “Bentar lagi puasa 'kan, Mak? Makan apalah kita, Mak? ” "Entahlah, nak. Mamak pun tak tau lagi. Ko dah solat? " Raffi berusaha memindahkan cakap. "Iya Mak, nanti aku berwudhuk." Kakaknya Raffi menyahut. “Iya nantik-nantik. Nantiknya itu ntah sampek kapan saja. ” Raffi sebal, "sukakku lah!" Raffi semakin marah karena ikut campur kakaknya. "Sok kali kakak ini." Mamak pun menghentikan suara Raffi. "Udahlah itu ayah, kau keluar dari kamar mandi."   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD