Bab 105

1032 Words

"Bagaimana Ma?" Mama Kinanti menghela napasnya. "Belum ada kabar sayang," jawabnya. "Terus Papa?" tanya Keenan. "Papa masih dalam perjalanan, tadi telepon, mau langsung ke markas om kamu, buat mantau langsung," jawab Mama Kinanti. "Apa Keenan ikut cari Ma?" tanya Keenan. Mama Kinanti mengusap lembut kepala putranya. "Tidak usah, kamu di rumah aja. Team Papa udah banyak," jawabnya. Keenan menggeleng. "Keenan anak laki-laki Ma, kalau ada masalah gini, udah seharusnya Keenan turun tangan." "Sayang, kamu masih kecil, di rumah saja, bantu banyak doa, temani Mama," ujar Mama Kinanti. Keenan pun terdiam, ia mengepalkan tangannya. Rasanya ia ingin sekali membantu mencari keberadaan kakaknya. "Mama mau ke kamar dulu, kamu jangan ke mana-mana," kata Mama Kinanti. Keenan tak menjawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD