Bab 91

1212 Words

"Peluk, boleh?" Raja baru saja menyingkirkan bantal guling di tengah ranjang yang digunakan Kanaya sebagai pembatas. 'Peluk aja?' tanya Kanaya. Raja terdiam sejenak, lalu ia berpikir jika sepertinya Kanaya cukup mudah dibujuk rayu. "Em, cium, boleh, kan?" tanya Raja. Kanaya sedikit terkejut dengan pertanyaan suaminya, pipinya langsung teras panas. Membolehkan ia malu. Akhirnya, wanita itu menggeleng, matanya melirik ke samping menunjukkan keraguan. Raja tersenyum tipis, ia tahu istrinya malu-malu kucing, mau tapi malu. "Gak apa, peluk aja dulu," kata pria itu. Kemudian, Raja menyelipkan tangan kirinya ke bawah leher istrinya, membiarkan lengannya digunakan sebagai bantal oleh Kanaya. "Yang penting kita harus mulai dekat-dekat gini Nay, biar cinta nanti," ujar Raja. Kanaya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD