Rania sudah dipaksa masuk ke dalam ke kursi belakang mobil yang ia sendiri pun tidak tahu siapa pemiliknya. "Leo" ia menolehkan kepala begitu melihat sosok pemaksa tersebut masuk melalui pintu satunya dan mendaratkan b****g di sebelahnya. Pria itu tersenyum. Senyuman yang menurut Rania terlihat seperti seringaian. Melihatnya membuat detak jantung gadis itu berpacu cepat. Rasa takut langsung menyelimuti dirinya. Terlebih lagi sekarang mereka berada di dalam mobil dengan kondisi gelap dan kondisi di luar yang juga terlihat sepi. Maklum saja karena waktu hampir menunjukkan tengah malam. "Ka--" Belum sempat Rania menyelesaikan ucapannya. Sudah terdengar suara pintu sampingnya yang terbuka. Tak lama berselang sebuah tangan langsung menariknya keluar. "Keyhan" lagi. Rania dikejutkan oleh pr

