Hari ini cukup membuat mood Mikha nyungsep. Pasalnya, dia sangat berharap hari ini bisa makan siang bersama Bapak CEO yang tampan luar biasa. Untuk menggantikan rencana kemarin yang gagal. Tapi yang ada, jangankan makan siang bareng, bahkan hari ini Leon tidak datang ke kantor. Mikha jadi kesal sendiri. “Mikha, kamu udah cek laporan jaldis tim marketing?” Maya menggeser kursi kerjanya, menghadap Mikha di sisi kirinya. Mikha menaikkan kedua alis. Kaget. Pikiran dia sedari pagi hanya tertuju pada Leon. Bahkan belum ada satupun pekerjaan yang rampung di mejanya. “Laporan jaldis? Tim marketing? Yang mana ya, Bu?” Maya manager yang terkenal tidak sabaran, langsung naik pitam. Menurutnya pertanyaan Mikha itu bodoh sekali. Ya meskipun Mikha masuk karyawan baru di kantor ini, tapi tidak sebeg

