Selagi Arini, Mikha dan Aksa menikmati makanan lezat ala restoran Italia. Eve mengajak Leon ke taman samping rumahnya, di sana juga ada kursi kayu panjang berwarna putih, biasa digunakan untuk bersantai Bimantara dulu sebelum sakit, sambil minum kopi hangat di sore atau pagi hari. Sekarang mereka berdua duduk di sana. Eve menatap Leon serius. “Leon, mau sampai kapan kamu di rumahku?” Leon mengangkat kedua alis. “Kamu mengusir aku?” “Ck, ah! Bukannya gitu, tapi … aku merasa nggak bebas. Masa’ iya sih kamu di sini terus. Lagian nanti orang rumah bisa curiga. Tadi Vito, sekarang kamu yang di sini.” Eve menghela napas dalam. Wajahnya menekuk, cemberut. Namun Leon justru tersenyum. Seperti biasa, nyaris tanpa ekspresi, terlihat santai. Padahal isi pikirannya sibuk. “Aku akan pulang sebenta

