"Berbahagialah untuk kamu, agar hancurku saat melepasmu tidak menjadi sia-sia." **** Nathalie merasa emosi karena teman yang mendapatkan jadwal piket sama dengannya malah kompak tidak datang ketiga-tiganya. Alhasil dia harus menyelesaikan piket seorang diri, setelah menyapu kelas, dia masih harus membuang sampah yang menumpuk sangat banyak. Masih pagi tapi peluh sudah membanjiri dahinya sekarang, dia merasa kepanasan dan juga gerah. Tapi tak ada waktu bersantai karena sebentar lagi guru yang mengajar akan memasuki kelas. Nathalie tidak ingin mendapatkan omelan di pagi hari yang semakin merusak mood-nya. Sasa dan Fiera yang katanya akan membantu malah pergi ke kantin sedari tadi dan tak kunjung kembali. Waktu hanya tersisa lima menit lagi dan Nathalie belum membuang sampah. Mata Nathal

