More than Friend

1072 Words

Senja belum tiba namun Meyra merasakan tubuhnya telah letih. Ia memasuki lift bersama dua orang lain, berharap segera tiba di unit apartemennya. Lantai lima, unit yang menjadi tempat tinggalnya selama dua tahun terakhir sudah dekat. Ia mencari kunci, alih-alih mengetuk. Meyra yakin Wanda belum pulang pada jam ini. Tetapi sebuah tarikan pada bahu membuat kunci yang dipegangnya jatuh. Ia mengambil kunci pada lantai keramik motif kayu dan kembali bangkit hanya untuk mendapati Prita telah berdiri di depannya. "Kamu?" Meyra urung membuka pintu dan justru memasukkan kunci ke dalam tas. "Iya, aku. Kenapa? Kaget?" Prita masih keukeuh dengan tingkah pongahnya. Namun Meyra yang merasa lelah, tak ingin berbicara ataupun berdebat hanya menatap agar wanita itu segera mengatakan tujuannya. "Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD