Oliv datang ke kantor pagi seperti biasa. Pukul tujuh lebih tiga puluh, ia beranjak dari kursi dan berjalan menuju pantry. Tujuannya hanya satu, membuat kopi hitam untuk sang atasan. Ia tahu Nathan akan segera datang karena pukul delapan ada meeting yang harus pria itu pimpin. Nathan tiba di pintu tepat saat Oliv baru keluar dari ruangannya. Wanita itu sempat terkejut namun langsung memberi senyum manis. "Kopi Anda sudah siap di meja, Pak." "Terima kasih." Dua kata itu kedengarannya sederhana. Namun mampu membuat hati si sekretaris berbunga-bunga. Ia kembali duduk di kursinya sedangkan Nathan masuk ke dalam ruangan. Pria yang hari ini terlihat lebih tenang itu menangkap secarik kertas yang tertempel pada cangkir. 'Semoga hari Bapak menyenangkan'. Begitu bunyi tulisan tangan rapi de

