Nyonya Anggun berjibaku di dapur seraya bersenandung lirih. Dua asisten rumah tangga yang membantu saling lirik dan tersenyum. Mereka sama-sama mengetahui jika nyonya besar itu tengah bersenang hati. "Bi, udangnya jangan lupa dimasukkan setelah airnya mendidih ya. Saya tinggal dulu sebentar." "Inggih, Bu." Wanita empat puluh tahun sedikit gempal itu meninggalkan irisan wortel dan menggantikan posisi Nyonya Anggun di depan kompor yang menyala. Menu makan malam kali ini lebih istimewa dari biasanya karena akan ada tamu yang telah lama dinantikan oleh Nyonya Anggun. Calon menantu Keluarga Adhyaksa. "Nyonya besar keliatan seneng ya Bi dari tadi?" Asisten rumah tangga yang lebih muda, mendekat sambil meraih botol merica bubuk. "Non Meyra mau ikut makan malam nanti." "Lho, tapi 'kan buk

